Pengantar Sebelum Tidur

Kepada ide-ide liar yang setelah sekian lama tertanam di otak dan hanya dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Mungkin bagi sebagian orang berpikir bahwa film India itu kampungan, durasinya lama, cerita monoton dan bahkan norak. Maybe, sebagian dari mereka memang benar, tapi tidak semuanya benar. Banyak sutradara perfilman Bollywood yang kualitasnnya setara dengan film Hollywood mulai dari segi cerita tentunya.

Apa sih yang membuat aku suka dengan perfilman Bollywood? Well, banyak tentunya. Bermula dari nenek ku yang memperkenalkan film India pada tahun 1998. Sudah banyak yang tahu tentunya film India yang sedang meledak pada masa itu. Film perdana yang disutradarai oleh sutradara yang belum berpengalaman pada masa itu. Karan Johar.

Setelah menonton film itu di usia yang masih sangat belia, tentunya merubah mindset-ku tentang film India. Asalkan kita pintar dalam memilih tontonan. Toh sutradara film Indonesia dan di belahan dunia manapun pasti ada yang bagus dan ada juga yang jelek. Karan Johar sukses merubah pandangan orangorang awam sepertiku bahwa film India tidak melulu tentang perebutan harta, perjodohan maupun perkelahian yang tiada habisnya.

Ada beberapa hal dalam perfilman Bollywood yang tidak aku temukan dalam perfilman lain, seperti :

Bernyanyi ;
Kenapa ya harus ada adegan bernyanyi di sela-sela adegan? Konon katanya, hal ini dipengaruhi oleh perfilman Persia. Aku juga tidak mau menyangkal bahwa terkadang adegan bernyanyi ini memang kelewat berlebihan. Tapi… Tidak semua berlebihan kok, selama kita selektif dalam memilih tontonan film. Kalau dulunya perfilman Bollywood seringkali bernyanyi di setiap adegan baik itu senang maupun sedih, film Bollywood masa kini tidak selalu bernyanyi, malah terkadang hanya sebagai backsound saja. Piku, NH-10 dan Kahaani, misalnya. Di film ini meskipun banyak terdapat adegan sedih, namun aktor dan aktris utamanya sama sekali tidak menyanyi di film ini.

Menari ;
Menari pun sama seperti menyanyi. Tidak semua tarian dalam film India membuat penonton pegal mata lho. Malah banyak juga yang membuat film itu begitu ekspresif. Seperti All Izz Well dalam film 3 Idiots. Jika dalam film tersebut, tidak ada lagu All Izz Weel, tentunya film tersebut tidak akan lengkap.

Efek dramatis ketika Heer bertemu Randjha-nya.
Wah yang satu ini adalah bagian yang paling aku suka. Hahaha. Setiap adegan ini akan ada angin yang mengibaskan rambut sang Heroine ketika bertemu Hero-nya. Begitupun sebaliknya. Akan ada melodi singkat sebagai pengiring adegan tersebut. Seperti dalam film I Hate Luv Story. Saat-saat pertama kali Soonam Kapoor melangkah turun di tangga bioskop dan Imran Khan menatapnya terkesima. Something you would never find in Hollywood movies and others.

Lokasi syuting yang luar biasa indah,
Kata mereka-Bollywood Haters film India selalu identik dengan pohon dan hujan. Wkwkwk. Well, they absolutely right! But… Itu duluuu. Sekarang mayoritas perfilman Bollywood tidak lagi menggunakan pohon sebagai latar tarian dan nyanyian, melainkan sudut-sudut kota yang menawan dan membuat mata disajikan oleh keindahan suatu negara.

Jab Tak Hai Jaan, misalnya. Film ini bertanggungjawab atas timbulnya rasa kekagumanku terhadap London. View London yang disajikan di film ini sangat indah!

jab-tak-hai-jaan-movie-poster-30

Kal Ho Na Ho dengan Manhattan-nya.

44af2-kalhonaaho

3 Idiots dengan Ladakh-nya.

Sekian dulu ocehanku di sini sebagai pengantar sebelum tidur.

Thank you, readers.

Advertisements

Published by

Zakia Khairunnisa

Kia, just an ordinary girl by the imperfections. A girl who loves sweet and romantic things as in the fragrance of the land that exposed to rain, the magnificent form of eternal love Shah Jahan for his wife, the Taj Mahal monument in Agra, white roses and delicious Ferrero Rocher chocolates. A girl who has an outstanding love of Indian colourful music. Admiring Shreya Ghoshal, the marvelous playback singer who has voice of heaven.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s