Karthik Calling Karthik (Psychological Drama Thriller)

Now it’s time to share. I just finished watching a movie. It called Karthik Calling Karthik. Sounds strange, Isn’t it?

karthik-calling-karthik_poster_2

OK here’s the story. Seorang pemuda bernama Karthik adalah pemuda yang introvert, membosankan, tidak percaya diri dan kikuk. Pada awal cerita, penonton akan diperkenalkan kepada sosok Karthik yang introvert. Tidak punya teman dan selalu terlibat masalah dengan atasannya.

Karthik memendam perasaan pada Shona, teman satu kantor yang tidak pernah menyadari keberadaannya selama empat tahun bekerja. Setiap hari ia hanya bisa memandangi Shona dari kejauhan dan melihat Shona berpacaran dengan Ashish, rekan kerjanya. Selama empat tahun itu juga Karthik menulis pesan untuk Shona dalam email yang tidak pernah dikirimnya kepada Shona. Selalu dibiarkannya tersimpan di draft email karena ia tidak punya keberanian mengirimkannya.

Suatu hari setelah jam pulang kantor, Karthik menerima telepon dari atasannya yang meminta disiapkan kontrak Raheja untuk besok pagi di mejanya. Merasa tidak punya pilihan, Karthik pun tidak membantah. Ia habiskan satu malam di kantor dan baru pulang keesokan harinya.

Namun belum ada satu menit Karthik berbaring di tempat tidurnya, telepon di apartmennya berdering. Atasannya menanyakan kontrak Raheja dan DLH Builders yang kemarin malam ia perintahkan kepada Karthik untuk diselesaikan. Karthik bingung. Seingatnya atasannya hanya meminta disiapkan kontrak Raheja. Dengan polos dan lesu, Karthik membela diri dan menjawab apa adanya. Atasannya pun berang dan berteriak di telepon,

“Saya tidak mau tahu! Kontrak itu sudah harus ada di meja saya jam 1 siang.”

“Sir, i just got home and I haven’t sleep at all.”

“I don’t pay you to sleep!!” (dan serentet kalimat bernada tinggi lainnya)

Karthik depresi menghadapi tekanan demi tekanan dari atasannya. Ia membanting telepon di apartmennya hingga hancur lebur sebagai luapan kekesalannya. Dan keesokan harinya Karthik mengganti teleponnya yang rusak dengan yang baru.

Hari yang dilalui Karthik bukannya semakin membaik malah semakin memburuk. Ia dipecat dari kantor karena menegur atasannya yang keliru dalam memberi perintah mengenai kontrak yang harus disiapkannya pagi tadi.

Atasannya tidak terima disalahkan dan Karthik pun diseret ke tengah-tengah ruangan dimana terdapat banyak karyawan yang melihatnya di sana. Karthik dipermalukan di depan semua karyawan dan dia dipecat.

Akibatnya, Karthik mengurung diri di apartemennya berhari-hari tanpa mengganti pakaiannya. Depresi dan frustrasi yang dialaminya semakin menjadi. Tepat di hari ulang tahunnya, ia kehilangan pekerjaan, jauh dari keluarga, tidak punya teman yang peduli padanya dan gadis impiannya yang berpacaran dengan rekan kerjanya, semua itu membuatnya hancur. Karthik mengambil pil tidur dari dalam lemari toilet dan berniat meminum semua pil di tangannya.

“No job, no friends.” Ucapnya sedih sebelum meneguk pil tidur di tangannya.

Namun upaya bunuh dirinya digagalkan oleh suara dering telepon di apartemennya. Karthik menoleh pelan lalu mengangkat telepon itu tanpa minat.

“Happy birthday to you… happy birthday to you…” Suara seseorang bernyanyi di telepon sangat mirip dengan suaranya.

“Happy birthday Karthik.”

“Siapa ini?”

“Kau tidak mengenali suaraku? Ini Karthik yang bicara. Aku Karthik.”

main_image-52287Si penelpon pun berkata bahwa dia adalah Karthik. Mulanya Karthik tidak percaya, ia mengira telepon itu adalah kerjaan orang iseng. Namun setelah Karthik si penelpon menyebutkan pin ATM yang hanya diketahuinya, Karthik terkejut.

Karthik si penelpon sangat tahu jelas apa yang sudah dialami Karthik. Ia pun berjanji membantu Karthik untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik. Mulai dari menghadapi pemilik apartmen yang menyebalkan, menghadapi atasannya dan membuat Karthik kembali bekerja di kantor sampai dalam hal memikat Shona.

Karthik pun merubah penampilannya menjadi lebih smart dan elegant, meninggalkan kesan cupu dan introvert dalam dirinya. Setiap kali Karthik mendengarkan saran dari Karthik si penelpon, hidup Karthik semakin membaik. Dan Karthik menikmatinya. Membiarkan Karthik si penelpon membantunya.

Semua dalam kehidupannya berubah menjadi sangat baik. Mulai dari apartemen yang bagus, menjadikan Shona sebagai kekasihnya dan posisi di kantor yang jauh lebih baik. Suatu hari Karthik si penelpon meminta Karthik untuk tidak memberitahukan soal telepon yang selalu diterimanya setiap jam 5 pagi karena jika ia memberitahu siapapun tentang rahasia itu, maka tidak akan ada siapapun yang percaya padanya dan Karthik akan dianggap gila. Mendengarnya, Karthik pun menurut dan berjanji.

Namun pada suatu kesempatan, Karthik terbawa suasana dan membuka rahasianya kepada Shona. Ia mengatakan bahwa setiap jam 5 sore, ia selalu menerima telepon dari dirinya sendiri. Tentu saja Shona tidak percaya dan mengganggap Karthik butuh bantuan kejiwaan. Shona meminta Karthik untuk menemui psikolog atau hubungan mereka putus.

Karthik bingung dan terpaksa menuruti keinginan kekasihnya, Shona.

——————————————————————————————————————–

Menurutku Film ini sangat bagus. Lima bintang untuk film ini. Ketegangan yang disajikan sangat dapat dan berhasil membuat saya menanti-nanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Ending film ini sungguh di luar dugaan. Secara pribadi saya sangat menyukai film yang tidak biasa ini.

Filmnya sendiri cukup sulit dicari versi Blue Ray di internet. Hanya beberapa website yang menyediakan film ini dengan kualitas bagus, namun sayang tanpa teks. Akhirnya saya menonton film ini di channel YouTube dengan kualitas gambar yang kurang bagus namun ber-subtittle Inggris.

So, buat yang penasaran dan ingin tahu bagaimana kelanjutan ceritanya, as i said before, di YouTube tersedia.

Okay sekian dulu sharing movie-nya. Sampai jumpa di share movie selanjutnya.

Have a good day! šŸ˜‰

Advertisements

Published by

Zakia Khairunnisa

Kia, just an ordinary girl by the imperfections. A girl who loves sweet and romantic things as in the fragrance of the land that exposed to rain, the magnificent form of eternal love Shah Jahan for his wife, the Taj Mahal monument in Agra, white roses and delicious Ferrero Rocher chocolates. A girl who has an outstanding love of Indian colourful music. Admiring Shreya Ghoshal, the marvelous playback singer who has voice of heaven.

One thought on “Karthik Calling Karthik (Psychological Drama Thriller)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s