Heart-Binding Friendship

1991.

Curah hujan yang tinggi membuat kota Bogor basah hampir sepanjang tahun. Langit selalu terlihat sendu, muram dan kelabu. Saat itu Amira Shiba berusia sembilan tahun. Ia masih ingat dengan jelas ketika deru mesin bus jemputan sekolah berwarna merah itu berjalan tenang di antara perumahan mewah. Di dalam bus itu, seorang anak lelaki berseragam putih abu tua membuang pandangan keluar jendela. Pepohonan dan rerumputan terhampar luas di depan mata. Sinar matahari memantul-mantul keemasan, menerobos celah-celah dedaunan. Angin pun berhembus menyejukkan. Dengan mengayunkan sebelah tangan ke luar jendela, anak laki-laki itu tersenyum. Terpejam, merasakan segarnya udara pagi menyentuh permukaan kulitnya. Merasakan silir udara di sela-sela rambutnya.

Area perumahan di kota hujan ini masih sangat hijau. Ruas jalannya lebar berliku. Dipayungi ranting-ranting pohon lebat dedaunan. Seperti sebuah perjalanan wisata, semuanya tampak indah dan menakjubkan.

Melalui kaca jendela yang terbuka, dari dalam bus sekolah yang bergerak lambat memasuki perumahan, perhatian anak laki-laki itu tertumbuk pada hunian dua lantai yang sangat mewah dan berkelas. Bangunan megah dengan tiang penyangga berornamen rumit dan detail menjulang tinggi ke langit. Sebuah kubah dengan patung laskar bersenjata Romawi di atasnya menjadi idenditas rumah tersebut. Di tengah-tengah halaman, terdapat air mancur yang mengeluarkan suara gemericik air yang lembut dan rumput hijau terawat mengelilinginya.

IMG_20170409_220102
Ilustrasi Amira

Adalah seorang anak perempuan yang dikenal karena paras jelitanya. Amira Shiba Hussein namanya. Parasnya yang cantik seperti malaikat membuat siapapun yang melihatnya tak kan henti memuji. Amira memiliki sepasang mata bulat besar dan coklat menawan. Berhidung pipih meruncing, berkulit putih berseri dan pipi merona kemerahan serta rambutnya panjang dan hitam berkilau.

Panorama serupa di awal hari sedang menanti di teras depan rumah bergaya modern klasik itu. Mamanya Amira duduk di belakang putrinya di undakan tangga teratas. Menyisir, mengepang rambut panjang Amira sembari berlindung dari kemilau sinar matahari bagai lukisan klasik.

Sebelum bus sekolah benar-benar berhenti, anak laki-laki berseragam putih abu tua itu tak sabar menyapa. Menyembulkan kepala, melambaikan tangan ke luar kaca jendela bus.

“Shibaaa!”

Amira segera beranjak dari duduknya, menyambut seruan yang ditujukan kepadanya, “Isaaa!” Gadis kecil itu tersenyum, melambaikan tangan kepada sahabatnya, Isa. Dan ketika kakinya ingin berlari menghampiri bus, Mama mencekal lengannya dan berkata,

“Tunggu, ikatan rambutmu belum selesai.”

“Oh Mama, berikan pitanya,” pinta Amira bernada manja sembari mendahkan telapak tangannya. “Biar aku pakai di bus saja.”

Mama menggeleng-geleng dan tersenyum hangat melihat tingkah putrinya yang sangat gembira setiap kali bertemu anak laki-laki di seberang sana. Isa. Diakuinya, anak laki-laki itu menimbulkan rasa cemburu.

“Setiap kali kau melihatnya,” liriknya pada Isa, “Kau pasti dengan cepat melupakan, Mama.”

“No Mama, you’re still the best! I love you!” Amira melingkarkan kedua lengannya di pundak Mamanya tanpa lupa mendaratkan kecupan singkat di pipi. Melenyapkan rasa sedih akan kasih yang terbagi. “Bye Mama! I love you!” Serunya berlari ceria mendekati bus sehingga tas punggung merah muda kesayangannya menimbulkan bunyi-bunyi gemerincing.

Mama kemudian bangkit dari duduk. Memandangi dalam-dalam putri kesayangannya yang perlahan menjauh meninggalkannya. Diiringi cinta dan kasih, Mama mengangkat tangan kanannya lalu dikecupkan ke bibir sebagai tanda kiss bye.

“I love you more.”

Advertisements

Published by

Zakia Khairunnisa

Kia, just an ordinary girl by the imperfections. A girl who loves sweet and romantic things as in the fragrance of the land that exposed to rain, the magnificent form of eternal love Shah Jahan for his wife, the Taj Mahal monument in Agra, white roses and delicious Ferrero Rocher chocolates. A girl who has an outstanding love of Indian colourful music. Admiring Shreya Ghoshal, the marvelous playback singer who has voice of heaven.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s